Senin, 06 Agustus 2012

puisi "Ruang Hampa"

Ruang hampa

Awan hitam membalut
Tersebar ke relung jiwa
Burung-burung pun
Tak mengagumi sayapnya
Seakan dunia menjadi dingin
                                               
Tertegun menatap nisan
Yang tertancap indah
Digundukan tanah
Gemuruh jiwa terhentak
Oleh serpihan lara
Terkobarkan bendera kematian

Rangkaian bunga hiasi risau
Untaian doa padamkan api kebimbangan
Tangisan langit menjadi
Pelengkap kemuraman hati

Atmosfer merajai jiwa
Terkikis kelambu
Hitam, kelam,sunyi
Kehilangan

Terhempas aku dalam ruang hampa
Ruang  yang membuatku
Bahagia.. tenang..
Tanpa peduli gaduhnya dunia

untuk KAMU, yang ku sebut DIA (end)

baca cerita sebelumnya disini :)


 “Diam bukan berarti tak cinta
Tidak peduli bukan berarti benci
Menghindar bukan berarti takut
Pikiranmu yang tidak dapat ku pahami
Perasaanmu yang tidak dapat ku mengerti
Pernahkah kau tau apa yg ada pada ku saat ini
Apakah aku terlalu kau benci
Hingga sampai pada saat ini
Aku masih merasakannya...

Seminggu setelah kepergiannya,
Aku menjalani hari seperti biasanya, masih tetap bisa membuka mata di saat sang surya menampakan wajahnya. Memang, tanpamu toh matahari masih tetap muncul. Memang, tanpamu toh malam masih bisa menjadi pagi, gelap tetap bisa menjadi terang. Tapi rasanya ada sesuatu yang hilang, aku seperti kehilangan sesuatu tanpa tau apa yang telah hilang. Rasanya sulit untuk dijelaskan. Dan aku seringkali melirik layar handphone ku, berharap ada pesan singkat dari nya yang menyapa. Namun sekarang tak ada lagi. Tak ada lagi pesan singkat yang selalu mengingatkan ku. Walaupun nomer hape nya sudah tak ada lagi di kontak hape ku, tapi aku tetap saja masih ingat. Memang cinta bisa membuat segalanya menjadi gila,candu. Aku kebingungan dan kehilangan arah. Tanpa dia. Seharusnya dari awal aku tidak mempercayai cinta yang dia torehkan. Seharusnya aku bisa tidak terhipnotis dengan segala janji-janji tololnya. Dan aku tak pernah tau jalan pikiran pikirannya yang terlalu rumit untuk aku telaah.
Begitu sulitkah aku melupakannya, dan begitu mudahnya dia melupakanku, mungkin kamu sudah menemukan tambatan hatimu yang baru.
Kepergianmu yang tak beralasan. Aku mulai sesak ketika mengingatnya. Mengingat saat jatuh cinta sampai pada rasa sakit. Ya, semua nya karena dia yang menciptakan.
Inikah caranya menyakiti hati seseorang yang tak pantas ia lukai ?
Aku menangis. Dan ia tertawa. Tak adil bukan?
Entah harus ku sebut apa seseorang sepertinya. Aku hanya ingin tau otaknya saja, apa dia tak pernah memikirkan mendung yang menghitam dihatiku? Mungkin saja ia tidak punya otak? Atau mungkin tak punya hati?
dia membuat mood ku selama seminggu menjadi jelek. Tak banyak hal yang bisa aku lakukan. hanya saja aku jalani hidupku tentu tanpa nya. Hanya bisa mengikhlaskan. Tak ada hal yang mampu ku perjuangkan selain membiarkannya pergi. Dan tak berharap ia menorehkan luka lagi.

Terima kasih untuk cinta dan luka,
 aku banyak belajar tegar karena mu :)
semoga kamu tak pernah menyesal ya ;)

Cerpen Kimia : Arsen Si Pembunuh Bayaran

sumber : buka ini ya www.chem-is-try.org ;)
ditulis oleh Halimah Pakot
 
Siang ini aku duduk didepan rumahku di gang 4 blok VA nomor 33 di kampung kami sistem periodik unsur , aku berusaha mengingat kembali tentang semuanya, tentang tawaran manusia untuk melakukan hal yang menurutku itu sangat menjijikan untuk aku ulangi lagi, yaitu pekerjaan membunuh. Sudah lama aku jadi pembunuh bayaran, dan sebenarnya aku ingin berhenti dari pekerjaaan menjijikan ini, tapi lagi-lagi aku tak bisa. Manusia-manusia itu lebih mempercayaiku daripada teman-temanku seperti halnya sianida atau yang lainnya. Karena katanya pekerjaanku sangat rapi, dengan menyusup lewat makanan racunku menyerang sistem pencernaan manusia yang akan kubunuh sehingga dia mati seolah-olah seperti karena shok.
Sebenarnya aku sudah lelah dengan pekerjaan seperti ini, dan tak ingin mengulangnya lagi, sejak pembunuhan Napoleon Bonaparte aku sebenarnya telah berjanji untuk tidak membunuh lagi, tapi lagi-lagi korban jatuh di tanganku. Tahun 2004 saja aku membunuh seorang aktivis HAM Munir dari indonesia dan kini manusia itu datang lagi padaku menyuruhku membunuh seorang temannya hanya karena takut tersaingi dalam perebutan jabatan sebagai direktur sebuah perusahaan.
“Ahhh….ini benar-benar bisa membuatku gila, kenapa sih dikalangan manusia itu selalu saja ada yang serakah, kenapa mesti cemburu pada keadaan? bukankah tuhan itu tidak menempatkan kita pada tempat yang sama?.
Arsenik..” seseorang menyapaku perlahan.
Aku segera membalikkan badan, dan kulihat disana fosfor kakakku menghampiri. Dalam keluargaku aku sebenarnya unsur yang paling dekat dengannya daripada dengan kakaku yang satu lagi Nitrogen atau dengan adik-adikku Antimon atau Bismut. Sehingga dalam karakteristik secara kimiawi aku lebih mirip dia, dia suka memanggilku arsenik atau dengan bahasa yunani namaku Arsenikum.
“Ada apa kak?”
“Katanya mau bakti sosial pada manusia, kok malah melamun disini?”
“Iya kak, bentar lagi juga berangkat”
“Kulihat akhir-akhir ini kau sering melamun sen,ada masalah dengan pacarmu khlor? Dan kulihat kalian tidak sering berjalan bersama lagi. Malah sekarang kau lebih aktif membantu manusia, mencuci kerislah, membasmi hama dan tikuslah, pengawet kayulah, dan sekarang adikku ini mau bakti sosial apalagi?”
Aku tersenyum melihat matanya berbinar-binar, sejak dulu , sejak aku baru saja ditemukan oleh Albertus Magnus tahun 1250 dan dipertemukan dengannya di kampung SPU, mata itu tak pernah berubah, dia senantiasa berusaha jadi kakakku yang baik
“Eh di tanya malah senyum-senyum, atau jangan-jangan kau sedang jatuh cinta lagi sen?”
“Gak lah kak, aku dan khlor akhir-akhir ini cuma sedikit renggang aja, tapi kami baik-baik saja kok. Sekarang aku mau membantu manusia menyepuh perunggu, membuat bahan cat, keramik, elektronik,  efek kembang api,   zat warna atau pencelup, industry kulit, pengeras timah hitam, serta pembeningan kaca.
” Ckkk…ckkk…kau hebat sen, selain oksidamu ampoter ternyata kau juga banyak aktif membantu manusia, aku bangga padamu Sen, tapi sebelumnya kakak khawatir kau berjalan-jalan kekalangan manusia soalnya kakak takut ada yang menyuruhmu lagi untuk membunuh, bukan apa-apa sih, nyawa itu berharga Sen, apa kau masih ingat waktu dulu itu, waktu kau membunuh aktivis HAM yang bernama Munir itu, sampai-sampai heboh di buatnya, dan kampung kita juga di buat gegerkan. Bahkan kau juga yang sebelumnya dipercaya untuk pengobatan dalam bidang homeopati, gara-gara suka dijadikan racun pembunuh jadi tidak dipercaya lagi kan”
“Iya kak, aku kan berusaha untuk menolak jadi pembunuh bayaran lagi, ya udah aku berangkat dulu kak”
“Baiklah, hati-hati jangan sampai tubuhmu menyentuh makanan para manusia Sen!”
“Iya, aku tahu kak, tubuhku kan beracun, aku pasti hati-hati”
Begitulah kawan dengan kakakku fosfor, apa yang harus kukatakan padanya kalau saja dia tahu aku akan membunuh lagi, maafkan aku kak, aku tidak kuasa untuk menolaknya. Malam ini kemungkinan satu orang lagi akan jatuh di tangan racunku. Malam ini, aku akan menyusup lagi lewat makanannya untuk membunuhnya, maafkan aku kak, ijinkan aku satu kali saja melakukannya lagi. Sudah itu aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi, lagipula mungkin setelah ini, aku kan di larang berjalan-jalan dikalangan manusia lagi, mungkin kau sudah bosan mendengar janji-janjiku kak, karena tiap kali aku membunuh, aku selalu berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi, tapi kali ini, setelah aku menyelesaikan semuanya, aku benar-benar berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi.
Ahh…aku jadi bingung, harus membunuh apa enggak ya? Khlor kemana lagi? padahal pada saat gini seharusnya dia ada disampingku, apa masih mengurusi pacarnya sinatrium itu, aku heran, padahal dia kan playboy tapi masih saja mempertahankan hubungannya dengan sinatrium itu, apa sih kelebihan dia? Sampai-sampai khlor tidak rela untuk melepasnya. Hah…! kenapa aku tidak pergi saja pada oksigen, dia jugakan kekasihku (As3O2), tapi…bagaiman kalau nanti ketahuan sama khlor? Peduli amat dah, siapa tahu dari oksigen aku bisa tahu kabar hubungan khlor dengan natrium.

Minggu, 05 Agustus 2012

Cerpen Kimia : Catatan Harian Natrium

Ditulis oleh Halimah Pakot

AWAL  JANUARI  2009
“Apakah itu cinta…apakah itu cinta…yang mampu melengkapi lubang di dalam hati….” Suara lagunya letto yang minggu ini kujadikan nada dering ponselku terus berbunyi, aku menggeliat malas dan mencoba membuka mataku yang terasa sangat berat. Tapi tiba-tiba kantukku mendadak hilang saat kulihat nama khlor kekasihku terpampang di layar ponsel
“Pagi honey…!” terdengar suaranya renyah di seberang sana
“Ada apa sih , pagi-pagi dah ganggu orang tidur ?” jawabku sedikit merajuk
“Lho…kau lupa ya nat,kita kan pagi-pagi mau jalan-jalan”
“Jalan-jalan kemana?”
“Ya biasa…pagi ini kita kedapur ibu-ibu untuk melejatkan masakan mereka, siangnya kita ke demo masak rudy choerudin”
“Kemakanan mulu, aku bosan nih, gak ikut ah”
“Lho kok gitu,terus gimana kalau anak -anak manusia itu gondokan semua? kan kita juga yang repot. Lagian kita kan pasangan yang paling serasi sekampung SPU nat, masa kita jalannya masing-masing, gak seru ah”
“Baiklah…baiklah Mr chlor”
Kututup telponku, kupandangi kamar minyak tanahku, “ahh…” aku berteriak . Sudah sejak lama aku jadian sama khlor,dia unsure yang paling ganteng yang pernah kulihat di kampung kami sistem periodik unsur  di gang 3 blok V11 A dengan nomer rumahnya 17, bahkan kami mendapat peredikat pasangan paling serasi tahun ini.
Awalnya kami ketemu di lautan luas. Waktu itu dia senang sekali mentap senja. Dan jadilah kami pasangan yang serasi. Kami sering jalan berdua ke dapur-dapur penduduk atau ke pabrik-pabrik industri. Kami juga kadang mengenang perjumpaan kami di lautan lepas, ahh…indahnya. Tapi  ada satu yang membuat hati ini kadang terbakar cemburu , ada kabar burung kalau dia selingkuh dengan molekul air. Bahkan menurut kabar terakhir yang aku dengar mereka telah menikah dan mempunyai anak yang bernama HCl, aku ingin melabrak air kalau perlu membunuhnya tapi aku tidak punya bukti makanya kalau aku dekat dengan dia aku langsung marah apalagi si oksigen yang masih sodara si molekul air suka mengompori aku,membuat kemarahanku langsung naik beberapa derajat. 
AKHIR JANUARI 2009
Mataku sudah sembab tapi airmataku masih terus saja mengalir, hatiku sakit…sakit luar biasa, khlor kekasihku ternyata benar-benar menghianati cintaku, dia ternyata sudah menikah dengan molekul air dan mempunyai anak HCl dan ternyata selama ini juga dia punya affair dengan saudara-saudaraku seperti kalsium (CaCl2 ) , kalium (KCl) , barium (BaCl2) mereka itu berbohong di belakangku
Dasar mata keranjang!!!!
Aku ingat waktu itu, dia kekasihku khlor (apa masih pantas aku memanggilnya kekasih?) mengakui semua perbuatanya setelah tahu aku pernah memergokinya waktu dia di sebuah laboratorium jalan bersama. Dengan bantuan kelalaian manusia aku hampiri molekul air, aku marah padanya karena dia telah merebut khlor dariku. Aku berkelahi dengannya dan hasil perkelahian itu terjadilah kebakaran di tambah adanya oksigen yang terus memanasiku maka kemarahnku makin menjadi dan habislah laboratorium itu terbakar oleh kemarahanku
Aku pergi pada khlor dengan penuh kemarahan mempertanyakan alasannya kenapa dia selingkuh di belakangku
“Apa aku kurang sempurna di matamu khlor, sampai-sampai kau tega melakukan ini semua, awalnya aku kira ini hanyalah gosip para manusia lab itu tapi ternyata kau…kau memang benar-benar menghianatiku” semprotku sambil menangis.
“Semua ini kulakukan karena aku sayang kamu nat,” jawabnya.
“Apa kamu bilang? sayang aku? kamu selingkuh dan menikah dengannya karena sayang aku?”
“Iya nat, kau itu begitu sempurna di mataku, kau mempunyai sifat-sifat yang khas makanya aku tidak menikahimu karena aku takut nanti kau mengandung sehingga merusak kecantikanmu.Aku menikahi molekul air dan mempunyai anak Hcl itu tidak lain dengan satu tujuan .Kau tahu…kata para manusia lab itu kecantikanmu mempunyai warna khas beda dari unsur-unsur yang lain akan bisa terlihat oleh semua orang, asalkan ada senyawa lain yang bisa membantumu dan senyawa yang bias membantumu itu tidak lain adalah HCl anakku, si Hcl kecil akan membantumu melakukan uji nyala maka warna cantikmu itu dapat terlihat , apa kau tidak senang ? terlihat cantik dan di puja banyak orang” katanya panjang lebar smbil tersenyum
Untuk beberapa saat aku terdiam betapa baiknya dia, betapa dalam cintanya tapi jauh di lubuk hatiku aku masih merasa sakit padanya dan diam-diam aku bersumpah aku tidak akan memaafkan molekul air dan oksigen seumur hidupku,itu sumpahku..
 PERTENGAHAN PEBRUARI  2009
Sejak tahu kekasihku khlor selingkuh di belakangku, akupun mulai main mata dengan nitrat (NaNO 3), dengan karbonat (NaCO3) , dengan adiknya khlor , bromine (NaBr) dan banyak yang lainnya. Kadang akupun suka jalan sendirian tanpa di temani kekasih-kekasihku , aku bersama adikku kalium kadang membantu manusia . Ion-ion ku ikut memelihara keseimbangan osmosis dan pH darah dalam tubuh manusia. 
AKHIR PEBRUARI 2009
Di akhir pebruari ini aku melakukan uji nyala.Awalnya aku tidak mau tapi karena desakan Chlor kekasihku yang katanya sayang ma aku, aku pun akhirnya mau melakukannya. Kalau manusia mungkin uji nyala itu analoginya semacam oprasi plastik kali.Waktu di uji nyala dengan bantuan HCl anak dari kekasihku khlor ternyata aku menghasilkan warna kuning. Aku jadi bertanya-tanya kenapa aku bisa berwarna dan kenapa warnaku yang nampak hanya kuning padahal warna itu kan banyak .Eh setelah kutanyakan pada manusia lab ternyata ketika di panaskan elektron dalam diri aku mengalami eksitasi.Saat elektron kembali kekedudukan semula akan melepaskan energi berupa energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Jika panjang gelombang berada dalam daerah sinar tampak maka terlihat nyala yang berwarna tertentu.Dan kebetulan yang terjadi padaku panjang gelombang yang berada dalam daerah nampaknya warna kuning.itulah sebabnya aku berwarna kuning padahal warnaku banyak sekali.

Sabtu, 04 Agustus 2012

untuk KAMU, yang ku sebut DIA ( part IV)

baca cerita sebelumnya disini ;) 
“aku hanya melihat  dari segala hal yang ia tunjukkan padaku, tanpa pernah tau apa yang sebenarnya tersimpan di hatinya”
Ini bukan hujan. Bukan hujan yang terbiasa jatuh dengan lembut. bukan hujan yang ku kenal indah karena nya. Bukan hujan yang memaksaku untuk mengingat keindahannya.
Dusta.
Ingkar.
Tanpa isyarat.
Tanpa pengungkapan.
Tanpa pamit.
Tanpa ucapan selamat tinggal.
Tanpa maaf.
Luka.
Menyakitkan.
Begitulah yang aku tau tentangnya. Hingga aku sadar aku terlalu jauh mengikuti permainannya. Hingga aku sadar aku telah kalah di akhir permainannya. Hingga aku sadar dirinya selalu ada di hatiku. Hingga aku sadar aku terlalu mampu menerima kelebihan dan kekurangannya. Bodoh. Terlalu menyakitkan. Mengapa aku jadikan dia sebagai peran pertama dan utama di duniaku? Mengapa bisa aku tertarik kedalam jeratannya yang abstrak. Mengapa kau terbangkan aku sampai diatas awan? Hingga pada akhirnya kau kembalikan aku dengan perasaan yang penuh luka yang kau gurat secara sengaja. Mengapa? Aku memang tak habis pikir, ternyata manusia memiliki topengnya masing-masing. Sepertimu yang terlalu cepat berganti-ganti peran sesukamu. Dan aku yang belum cukup cerdas untuk mengerti wajah dan kenampakanmu yang asli.
Apa dengan cara ini kamu merasa bahagia?
Apa dengan cara ini kamu sudah terbiasa melakukannya untuk yang lain?
Inikah caramu menyakiti seseorang yang tak pantas kau lukai?
Siapa aku dimatamu ?
Dadaku sesak ketika semua berlalu begitu cepat.
Katakan padaku, yang kamu lakukan ini hanya sebuah april mop.
Katakan padaku, kamu bukan sejenis makhluk pemberi harapan palsu yang lempar batu sembunyi tangan.
Katakan padaku, kamu cinta aku.
Katakan.katakan.katakan...
Bisu.
Tak adil.
Air mata.

Jumat, 03 Agustus 2012

untuk KAMU, yang ku sebut DIA ( part III )

baca cerita sebelumnya disini ;)

Untuk seseorang yang tak tau arah,
dimana akan menetapkan pilihan dihatinya


Aku mulai menikmati waktu
Dalam tarian awan hitam
Kala ragu menyelimuti perasaan
Melupakan sejenak harapan
Kata-kata cinta tak lagi menggema
Kaku kembalilah rasa itu ku temui
akan dirinya yang setengah penuh
ketakutan akan ringkasan gelisah
yang tercipta dari ruang hampa
disudut ketidakpastian ini
aku masih bertahan dengan keyakinan
cintaku tak akan pernah
berkurang sedikitpun
kini yang harus ku pertanyakan
layakkah aku atas cintamu ?

Akankah aku sanggup ?
Aku tak tau kemana harus melangkah
Diantara keraguan dan kebimbangan
Yang slalu datang mengiringi
Dikala hati sudah tak berbentuk
Masih adakah cinta untukku?
Masih adakah rasa yang tercipta untukku?
Akankah aku sanggup merelakannya pergi?
Melihatnya berlalu begitu saja?
Akankah aku sanggup melupakannya?
Kekecewaanlah yang akan menyambut
Hingga gelap yang tersisa
Akan jiwa yang rapuh karena cinta
Aku takut kebahagiaan itu akan sirna
Aku takut  jika harus meneteskan airmata
Aku takut rasa itu kian menyiksaku
Mulai perlahan hingga sampai pada saatnya
Aku benar-benar terpuruk
Perih ! Pedih ! Sakit ! kehilangan !
Perasaan itu benar-benar aku benci
Hingga aku harus mengalaminya lagi
Karena kesalahan yang sama 


dari seseorang yang meragu,
hanya guratan-guratan kata  yang bisa ia uraikan
untuk bisa kamu mengerti arti di dalamnya