Tampilkan postingan dengan label chemical engineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chemical engineering. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

tugas soal Termodinamika

1.      Apa yang dimaksud dengan entropi?
Jawab:
Entropi adalah selang ketidakteraturan dalam suatu sistem.Entropi sistem meningkat ketika suatu keadaan yang teratur,tersususn dan terencana menjadi lebih tidak teratur,tersebar dan tidak terencana.Semakin tidak teratur,semakin tinggi pula entropinya.Hukum entropi menyatakan bahwa seluruh alam semesta bergerak menuju keadaan yang semakin tidak teratur,tidak terencana,dan tidak terorganisir.
Hukum ini disempurnakan pada tahun 1877 oleh Ludwig Boitzmann.Dalam versinya,entropi nampak sebagai fungsi peluang darisatu keadaan,semakin tinggi peluang suatu keadaan,semakin tinggi pula entropinya.Dalam versi ini,semua sistem cenderung menuju satu keadaan setimbang.Dengan demikia,ketika suatu benda panas ditempatkan berdampingan dengan sebuah benda dingin,energi akan mengalir dari yang panas ke yangdingin,sampai mereka mencapai keadaan setimbang,yaitu memiliki suhu yang sama.

Rabu, 16 Oktober 2013

sedimentasi



Sedimentasi adalah suatu proses pemisahan suspensi secara mekanik menjadi dua bagian, yaitu slurry  dan supernatant. Slurry adalah bagian dengan konsentrasi partikel terbesar, dan supernatant adalah bagian cairan yang bening. Proses ini memanfaatkan gaya gravitasi, yaitu dengan mendiamkan suspensi hingga terbentuk endapan yang terpisah dari beningan (Foust, 1980).
Proses sedimentasi dalam industri kimia banyak digunakan ,misalnya pada proses pembuatan kertas dimana slurry berupa bubur selulose yang akan dipisahkan menjadi pulp dan air, proses penjernihan air (water treatment),dan proeses pemisahan buangan nira yang akan diolah menjadi gula.
Proses sedimentasi dalam dunia industri dilakukan secara sinambung dengan menggunakan alat yang dikenal dengan nama thickener,sedangkan untuk skala laboratorium dilakukan secara batch. Data-data yang diperoleh dari prinsip sedimentasi secara batch dapat digunakan untuk proses yang sinambung.

Jumat, 20 September 2013

filtrasi dan alat rotary vacuum filter



Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Suatu saat justru limbah padatnyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang. Seringkali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan, kristalisasi, atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah diatomae. Oleh karena varietas dari material yang harus disaring beragam dan kondisi proses yang berbeda, banyak jenis penyaring telah dikembangkan.

Jumat, 19 Juli 2013

karbohidrat

BAB VI
PEMBAHASAN

Uji Benedict
Uji Benedict digunakan untuk menentukan monosakarida dan disakarida yang mengandung grup aldehid yang dapat dioksidasi asam karboksil. Gula akan mereduksi ion kupri pada larutan Benedict. Sampel yang akan diuji adalah sukrosa, fruktosa, glukosa, dan maltosa. Kontrol positif ditandai jika terbentuk warna hijau, kuning atau endapan merah bata. Dari hasil pengamatan, hanya sukrosa yang menunjukan kontrol negatif Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict sedangkan glukosa, fruktosa, dan maltosa menunjukan kontrol positif. Berdasarkan literatur Contoh monosakarida seperti glukosa, fruktosa & galaktosa dan disakarida seperti sukrosa, laktosa, dan maltosa. Pada hasil pengamatan menunjukan kontrol positif sedangkan maltosa merupakan gula oligosakarida yang tersusun dari 2 molekul glukosa yang berikatan α (1,40 glikosida). Berarti telah terjadi kesalahan dalam melakukan praktikum, kemungkinan kesalahan yang terjadi terdapat pada praktikan yang kurang teliti dalam meneteskan sampel sehingga tercampur dengan gula monosakarida.

Rabu, 08 Mei 2013

makalah espresso



BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Kopi adalah minuman yang diseduh dengan rasa, gelap sedikit asam dipersiapkan dari biji panggang dari tanaman kopi, bahasa sehari-harinya disebut biji kopi. Saat ini kopi merupakan komoditas nomor dua yang paling banyak diperdagangkan setelah minyak bumi. Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi. Kopi dapat memiliki efek merangsang pada manusia karena kadar kafein nya.
Ada dua jenis spesies tanaman kopi, yaitu :
1.    Kopi arabika
merupakan kopi tradisional, dan dianggap lebih baik karena rasanya yang enak.
2.    Kopi robusta 
Merupakan jenis kopi yang memiliki kafein yang lebih tinggi dapat dikembangkan dalam lingkungan di mana Arabika tidak akan tumbuh, dan membuatnya menjadi pengganti Arabika yang murah. Robusta biasanya tidak dinikmati sendiri, dikarenakan rasanya yang pahit dan asam. . Robusta kualitas tinggi biasanya digunakan dalam beberapa campuran espresso.

Kopi dapat dinikmati dalam bentuk dingin dengan es atau lebih populer panas yang dikonsumsi setelah makan atau saat makan atau diminum dengan campuran lain. Kopi diseduh dengan cara yang bervariasi ada yang dengan menggunakan mencampur beberapa bahan tambahan ke dalam larutan kopi, ada pula yang menggunakan teknologi pengolah kopi untuk menghasilkan hasil larutan kopi yang pekat. Salah satu contoh pengolahan kopi yaitu kopi espresso. Kopi ini merupakan kopi yang dikonsentrasikan (sangat pekat) yang dibuat dengan menyemburkan air yang sangat panas, tapi tidak mendidih, ke kopi di bawah tekanan tinggi.

Jumat, 29 Maret 2013

fruktosa dan mannitol


Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis pati atau selulosa. Glukosa dapat  dikonversi menjadi fruktosa melalui suatu proses yang disebut dengan proses isomerasi. Reaksi berlangsung pada fasa cair dengan pelarut air. enzim yang digunakan adalah enzim glukosa isomerase. Enzim ini mengubah D-glukosa menjadi D-fruktosa.
Persamaan reaksi isomerasi glukosa-fruktosa tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:
·      FRUKTOSA
Fruktosa merupakan isomer dari glukosa, keduanya memiliki rumus molekul yang sama (C6H12O6) namun memiliki struktur yang berbeda. Tingkat kemanisan glukosa ini lebih rendah jika dibandingkan dengan fruktosa. Oleh karena itu, manusia berusaha melakukan konversi glukosa yang tingkat kemanisannya 100 menjadi fruktosa yang tingkat kemanisannya 170. Fruktosa memiliki tingkat kemanisan yang tinggi. Fruktosa banyak digunakan juga sebagai penambah rasa.

Senin, 10 Desember 2012

SABUN PADAT TRANSPARAN DENGAN BAHAN TAMBAHAN EKSTRAK JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S.)




   A.    LATAR BELAKANG
Sabun merupakan alat pembersih yang telah lama digunakan orang karena dapat menghilangkan kotoran-kotoran seperti debu, bakteri dan sisa metabolisme/keringat sehingga dapat mencegah terjadi infeksi pada kulit. Selain sebagai pembersih, idealnya sabun sekaligus sebagai perawat struktur kulit. Ukuran normal pH kulit dalam keadaan sehat biasanya berkisar 4,5-6,5 maka untuk mempertahankan keadaan normal kulit tersebut sebaiknya menggunakan sabun dengan pH yang tidak jauh dari kondisi kulit. (Haryono, 1988).
Sabun termasuk salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami. Surfaktan mempunyai struktur bipolar, bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan atau pakaian. Dewasa ini pemanfaatan sabun sebagai pembersih kulit makin menjadi trend dan beragam. Keragaman sabun yang dijual secara komersial terlihat pada jenis, warna, wangi dan manfaat yang ditawarkan. Berdasarkan jenisnya sabun dibedakan atas dua macam yaitu sabun padat dan sabun cair.

Jumat, 07 Desember 2012

Penerapan konsep Elektrolit dan Redoks dalam Pengolahan Air Kotor


Air sangat penting dalam kehidupan manusia, senyawa ionik ini sangat vital eksistensinya dalam berbagai kegunanaan termasuk dunia industri. Kebutuhan akan air yang berkualitas sangat penting akan tetapi kuantitasnya yang memadaipun juga tidak kalah pentingnya. Ini menuntut sinergi teknologi yang compatible untuk menangani permasalahan air yang kian hari kualitas dan kuantitasnya menurun.
Pemilihan kualitas air yang layak dalam setiap kegunaan sangatlah penting untuk diperhatikan agar efektifitas dan pemeliharaan fungsi kerja dapat berjalan lancar sehingga kegagalan – kegagalan ataupun kerusakan alat yang ditimbulkan oleh air dapat dihilangkan. Air dalam industri haruslah memenuhi standar industri yang telah ditetapkan.
Cara pemenuhan kebutuhan akan air bisa diperoleh dari vendor seperti PAM, atau air tanah dengan penanganan sendiri atau dari air sungai yang harus membuat insfrastruktur dalam proses pengolahannya, tergantung kondisi geologis tempat industri itu berada dan kapasitas produksi yang dihubungkan dengan kegunaan dalam proses yang menyangkut produk.

Kamis, 06 Desember 2012

Aplikasi Sifat Koligatif pada Radiator

Pada saat ini kehidupan sehari-hari manusia sangat sulit dilepaskan dengan kendaraan bermotor atau mesin, penggunaan mesin langsung atau tidak langsung selalu disertai dengan penggunaan bahan bakar, dari proses pembakaran selalu saja disertai dengan pembebasan panas. Tidak semua panas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi yang diperlukan tetapi terbuang ke lingkungan, karena panas yang berlebihan justru akan mengganggu kinerja mesin. Agar kerja mesin tidak terganggu, dalam mesin terutama yang penggunaannya cukup lama atau kendaraan bermotor selalu dipasar radiator. Fungsi Radiator adalah untuk mentranformasikan panas mesin ke lingkungan agar kerja mesin tidak terganggu atau rusak karena “over heat” atau kelebihan panas.
Untuk kendaraan berkapasitas kecil (isi silinder kecil) biasanya dibawah 200 cc cukup menggunakan pendingin sirip atau “van colling” yang terpasang pada sisi luar ruang pembakaran mesin kendaraan bermotor. Radiator digunakan pada kendaraan yang memiliki kapasitas silinder yang cukup besar dengan memberikan pipa atau saluran pada badan mesin sehingga cairan pendingin dapat melewati dengan baik menggunakan bantuan pompa radiator. Perangkat radiator terdiri dari saluran cairan pendingin masuk dan keluar mesin, kipas pendingin yang dipasang didepan atau dibelakang sirip pendingin, tangki cadangan cairan pendingin radiator dan cairan pendingin radiator.

Minggu, 02 Desember 2012

Karet Busa sebagai Contoh Koloid


Busa padat adalah sistem koloid yang terjadi jika padat terdispersi dalam gas, misalnya karet busa atau spons. Busa padat terjadi pada suhu tinggi dengan medium pendispersi yang mempunyai titik lebur di atas suhu kamar sehingga pada suhu kamar berwujud padat.
Awalnya, busa karet dibuat dari lateks alam, getah putih yang diproduksi dari pohon karet. Pada awal 500 SM , Maya dan Aztec digunakan lateks ini untuk tujuan waterproofing dan juga dipanaskan itu membuat bola mainan. Selama awal 1900-an, paten pertama untuk karet sintetis dikabulkan dan beberapa dekade kemudian suatu proses untuk berbusa lateks diciptakan. Proses lain dikembangkan pada tahun 1937 untuk membuat busa dari isosianat berbasis bahan. Setelah Perang Dunia II, stirena-butadiena karet diganti busa alami.