Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

cinta lama :) --- part I


aku masih sibuk menulis di buku coretan tulisanku. Tiba-tiba seketika buku ku tertetes oleh air. Pandanganku berubah menjadi gerimis seperti titik yang perlahan menjadi segerombol deras yang tak tanggung-tanggung. Aku langsung melindungi diri dan buku coretanku. Aku tak mau sampai buku itu menjadi basah, apalagi sampai terbaca oleh oranglain. Buku itu menjadi separuh jiwaku. Disana aku bisa menuangkan segala pikiranku. Tentang cinta, tentang dia yang selalu menjadi peran utama di tulisanku.
aku sudah berteduh di gazebo kampus yang tampak sepi. Mungkin karena sudah terlalu sore. Mataku masih tak bisa lepas dari tetesan air hujan. Ku tadahkan telapak tanganku untuk menyentuh tetesan lembut nya. Aku sangat menyukai hujan. Hujan memberikan arti berbeda dari setiap tetesannya yang berarti. Mungkin bahagia atau kesedihan. Hujan memiliki  resonansi yang memaksa seseorang untuk mengingat kenangan. Namun seketika langkahku terkunci dengan kehadiran seseorang disampingku. Aku tak mengenalnya, tapi aku juga tak asing dengan sosoknya. Seorang pria dengan kaca mata yang melekat di depan matanya. Dalam suasana yang dingin nya menusuk tulang seperti ini apa yang harus aku lakukan. Kami berdua tak saling membuka suara hanya lirih. Aku hanya bisa mendengar bisikan hujan dan selebihnya aku hanya bisa memandangi genangan hujan di depanku. Sampai aku merasa bosan sendiri.
“udah lama disini?” tanyanya tenang, mulai mengajakku bicara.
Aku terdiam. Bagiku itu tak penting, ini pertamakali nya aku berbicara dengan orang itu. Orang yang tidak ku kenal sama sekali, bahkan belum pernah aku lihat. Aku tetap masih menyibukkan diri dengan menatap tetesan air hujan yang semakin menderas.

Senin, 06 Agustus 2012

Cerpen Kimia : Arsen Si Pembunuh Bayaran

sumber : buka ini ya www.chem-is-try.org ;)
ditulis oleh Halimah Pakot
 
Siang ini aku duduk didepan rumahku di gang 4 blok VA nomor 33 di kampung kami sistem periodik unsur , aku berusaha mengingat kembali tentang semuanya, tentang tawaran manusia untuk melakukan hal yang menurutku itu sangat menjijikan untuk aku ulangi lagi, yaitu pekerjaan membunuh. Sudah lama aku jadi pembunuh bayaran, dan sebenarnya aku ingin berhenti dari pekerjaaan menjijikan ini, tapi lagi-lagi aku tak bisa. Manusia-manusia itu lebih mempercayaiku daripada teman-temanku seperti halnya sianida atau yang lainnya. Karena katanya pekerjaanku sangat rapi, dengan menyusup lewat makanan racunku menyerang sistem pencernaan manusia yang akan kubunuh sehingga dia mati seolah-olah seperti karena shok.
Sebenarnya aku sudah lelah dengan pekerjaan seperti ini, dan tak ingin mengulangnya lagi, sejak pembunuhan Napoleon Bonaparte aku sebenarnya telah berjanji untuk tidak membunuh lagi, tapi lagi-lagi korban jatuh di tanganku. Tahun 2004 saja aku membunuh seorang aktivis HAM Munir dari indonesia dan kini manusia itu datang lagi padaku menyuruhku membunuh seorang temannya hanya karena takut tersaingi dalam perebutan jabatan sebagai direktur sebuah perusahaan.
“Ahhh….ini benar-benar bisa membuatku gila, kenapa sih dikalangan manusia itu selalu saja ada yang serakah, kenapa mesti cemburu pada keadaan? bukankah tuhan itu tidak menempatkan kita pada tempat yang sama?.
“Arsenik..” seseorang menyapaku perlahan.
Aku segera membalikkan badan, dan kulihat disana fosfor kakakku menghampiri. Dalam keluargaku aku sebenarnya unsur yang paling dekat dengannya daripada dengan kakaku yang satu lagi Nitrogen atau dengan adik-adikku Antimon atau Bismut. Sehingga dalam karakteristik secara kimiawi aku lebih mirip dia, dia suka memanggilku arsenik atau dengan bahasa yunani namaku Arsenikum.
“Ada apa kak?”
“Katanya mau bakti sosial pada manusia, kok malah melamun disini?”
“Iya kak, bentar lagi juga berangkat”
“Kulihat akhir-akhir ini kau sering melamun sen,ada masalah dengan pacarmu khlor? Dan kulihat kalian tidak sering berjalan bersama lagi. Malah sekarang kau lebih aktif membantu manusia, mencuci kerislah, membasmi hama dan tikuslah, pengawet kayulah, dan sekarang adikku ini mau bakti sosial apalagi?”
Aku tersenyum melihat matanya berbinar-binar, sejak dulu , sejak aku baru saja ditemukan oleh Albertus Magnus tahun 1250 dan dipertemukan dengannya di kampung SPU, mata itu tak pernah berubah, dia senantiasa berusaha jadi kakakku yang baik
“Eh di tanya malah senyum-senyum, atau jangan-jangan kau sedang jatuh cinta lagi sen?”
“Gak lah kak, aku dan khlor akhir-akhir ini cuma sedikit renggang aja, tapi kami baik-baik saja kok. Sekarang aku mau membantu manusia menyepuh perunggu, membuat bahan cat, keramik, elektronik,  efek kembang api,   zat warna atau pencelup, industry kulit, pengeras timah hitam, serta pembeningan kaca. ”
” Ckkk…ckkk…kau hebat sen, selain oksidamu ampoter ternyata kau juga banyak aktif membantu manusia, aku bangga padamu Sen, tapi sebelumnya kakak khawatir kau berjalan-jalan kekalangan manusia soalnya kakak takut ada yang menyuruhmu lagi untuk membunuh, bukan apa-apa sih, nyawa itu berharga Sen, apa kau masih ingat waktu dulu itu, waktu kau membunuh aktivis HAM yang bernama Munir itu, sampai-sampai heboh di buatnya, dan kampung kita juga di buat gegerkan. Bahkan kau juga yang sebelumnya dipercaya untuk pengobatan dalam bidang homeopati, gara-gara suka dijadikan racun pembunuh jadi tidak dipercaya lagi kan”
“Iya kak, aku kan berusaha untuk menolak jadi pembunuh bayaran lagi, ya udah aku berangkat dulu kak”
“Baiklah, hati-hati jangan sampai tubuhmu menyentuh makanan para manusia Sen!”
“Iya, aku tahu kak, tubuhku kan beracun, aku pasti hati-hati”
Begitulah kawan dengan kakakku fosfor, apa yang harus kukatakan padanya kalau saja dia tahu aku akan membunuh lagi, maafkan aku kak, aku tidak kuasa untuk menolaknya. Malam ini kemungkinan satu orang lagi akan jatuh di tangan racunku. Malam ini, aku akan menyusup lagi lewat makanannya untuk membunuhnya, maafkan aku kak, ijinkan aku satu kali saja melakukannya lagi. Sudah itu aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi, lagipula mungkin setelah ini, aku kan di larang berjalan-jalan dikalangan manusia lagi, mungkin kau sudah bosan mendengar janji-janjiku kak, karena tiap kali aku membunuh, aku selalu berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi, tapi kali ini, setelah aku menyelesaikan semuanya, aku benar-benar berjanji padamu untuk tidak mengulanginya lagi.
Ahh…aku jadi bingung, harus membunuh apa enggak ya? Khlor kemana lagi? padahal pada saat gini seharusnya dia ada disampingku, apa masih mengurusi pacarnya sinatrium itu, aku heran, padahal dia kan playboy tapi masih saja mempertahankan hubungannya dengan sinatrium itu, apa sih kelebihan dia? Sampai-sampai khlor tidak rela untuk melepasnya. Hah…! kenapa aku tidak pergi saja pada oksigen, dia jugakan kekasihku (As3O2), tapi…bagaiman kalau nanti ketahuan sama khlor? Peduli amat dah, siapa tahu dari oksigen aku bisa tahu kabar hubungan khlor dengan natrium.

Minggu, 05 Agustus 2012

Cerpen Kimia : Catatan Harian Natrium

Ditulis oleh Halimah Pakot

AWAL  JANUARI  2009
“Apakah itu cinta…apakah itu cinta…yang mampu melengkapi lubang di dalam hati….” Suara lagunya letto yang minggu ini kujadikan nada dering ponselku terus berbunyi, aku menggeliat malas dan mencoba membuka mataku yang terasa sangat berat. Tapi tiba-tiba kantukku mendadak hilang saat kulihat nama khlor kekasihku terpampang di layar ponsel
“Pagi honey…!” terdengar suaranya renyah di seberang sana
“Ada apa sih , pagi-pagi dah ganggu orang tidur ?” jawabku sedikit merajuk
“Lho…kau lupa ya nat,kita kan pagi-pagi mau jalan-jalan”
“Jalan-jalan kemana?”
“Ya biasa…pagi ini kita kedapur ibu-ibu untuk melejatkan masakan mereka, siangnya kita ke demo masak rudy choerudin”
“Kemakanan mulu, aku bosan nih, gak ikut ah”
“Lho kok gitu,terus gimana kalau anak -anak manusia itu gondokan semua? kan kita juga yang repot. Lagian kita kan pasangan yang paling serasi sekampung SPU nat, masa kita jalannya masing-masing, gak seru ah”
“Baiklah…baiklah Mr chlor”
Kututup telponku, kupandangi kamar minyak tanahku, “ahh…” aku berteriak . Sudah sejak lama aku jadian sama khlor,dia unsure yang paling ganteng yang pernah kulihat di kampung kami sistem periodik unsur  di gang 3 blok V11 A dengan nomer rumahnya 17, bahkan kami mendapat peredikat pasangan paling serasi tahun ini.
Awalnya kami ketemu di lautan luas. Waktu itu dia senang sekali mentap senja. Dan jadilah kami pasangan yang serasi. Kami sering jalan berdua ke dapur-dapur penduduk atau ke pabrik-pabrik industri. Kami juga kadang mengenang perjumpaan kami di lautan lepas, ahh…indahnya. Tapi  ada satu yang membuat hati ini kadang terbakar cemburu , ada kabar burung kalau dia selingkuh dengan molekul air. Bahkan menurut kabar terakhir yang aku dengar mereka telah menikah dan mempunyai anak yang bernama HCl, aku ingin melabrak air kalau perlu membunuhnya tapi aku tidak punya bukti makanya kalau aku dekat dengan dia aku langsung marah apalagi si oksigen yang masih sodara si molekul air suka mengompori aku,membuat kemarahanku langsung naik beberapa derajat. 
AKHIR JANUARI 2009
Mataku sudah sembab tapi airmataku masih terus saja mengalir, hatiku sakit…sakit luar biasa, khlor kekasihku ternyata benar-benar menghianati cintaku, dia ternyata sudah menikah dengan molekul air dan mempunyai anak HCl dan ternyata selama ini juga dia punya affair dengan saudara-saudaraku seperti kalsium (CaCl2 ) , kalium (KCl) , barium (BaCl2) mereka itu berbohong di belakangku
Dasar mata keranjang!!!!
Aku ingat waktu itu, dia kekasihku khlor (apa masih pantas aku memanggilnya kekasih?) mengakui semua perbuatanya setelah tahu aku pernah memergokinya waktu dia di sebuah laboratorium jalan bersama. Dengan bantuan kelalaian manusia aku hampiri molekul air, aku marah padanya karena dia telah merebut khlor dariku. Aku berkelahi dengannya dan hasil perkelahian itu terjadilah kebakaran di tambah adanya oksigen yang terus memanasiku maka kemarahnku makin menjadi dan habislah laboratorium itu terbakar oleh kemarahanku
Aku pergi pada khlor dengan penuh kemarahan mempertanyakan alasannya kenapa dia selingkuh di belakangku
“Apa aku kurang sempurna di matamu khlor, sampai-sampai kau tega melakukan ini semua, awalnya aku kira ini hanyalah gosip para manusia lab itu tapi ternyata kau…kau memang benar-benar menghianatiku” semprotku sambil menangis.
“Semua ini kulakukan karena aku sayang kamu nat,” jawabnya.
“Apa kamu bilang? sayang aku? kamu selingkuh dan menikah dengannya karena sayang aku?”
“Iya nat, kau itu begitu sempurna di mataku, kau mempunyai sifat-sifat yang khas makanya aku tidak menikahimu karena aku takut nanti kau mengandung sehingga merusak kecantikanmu.Aku menikahi molekul air dan mempunyai anak Hcl itu tidak lain dengan satu tujuan .Kau tahu…kata para manusia lab itu kecantikanmu mempunyai warna khas beda dari unsur-unsur yang lain akan bisa terlihat oleh semua orang, asalkan ada senyawa lain yang bisa membantumu dan senyawa yang bias membantumu itu tidak lain adalah HCl anakku, si Hcl kecil akan membantumu melakukan uji nyala maka warna cantikmu itu dapat terlihat , apa kau tidak senang ? terlihat cantik dan di puja banyak orang” katanya panjang lebar smbil tersenyum
Untuk beberapa saat aku terdiam betapa baiknya dia, betapa dalam cintanya tapi jauh di lubuk hatiku aku masih merasa sakit padanya dan diam-diam aku bersumpah aku tidak akan memaafkan molekul air dan oksigen seumur hidupku,itu sumpahku..
 PERTENGAHAN PEBRUARI  2009
Sejak tahu kekasihku khlor selingkuh di belakangku, akupun mulai main mata dengan nitrat (NaNO 3), dengan karbonat (NaCO3) , dengan adiknya khlor , bromine (NaBr) dan banyak yang lainnya. Kadang akupun suka jalan sendirian tanpa di temani kekasih-kekasihku , aku bersama adikku kalium kadang membantu manusia . Ion-ion ku ikut memelihara keseimbangan osmosis dan pH darah dalam tubuh manusia. 
AKHIR PEBRUARI 2009
Di akhir pebruari ini aku melakukan uji nyala.Awalnya aku tidak mau tapi karena desakan Chlor kekasihku yang katanya sayang ma aku, aku pun akhirnya mau melakukannya. Kalau manusia mungkin uji nyala itu analoginya semacam oprasi plastik kali.Waktu di uji nyala dengan bantuan HCl anak dari kekasihku khlor ternyata aku menghasilkan warna kuning. Aku jadi bertanya-tanya kenapa aku bisa berwarna dan kenapa warnaku yang nampak hanya kuning padahal warna itu kan banyak .Eh setelah kutanyakan pada manusia lab ternyata ketika di panaskan elektron dalam diri aku mengalami eksitasi.Saat elektron kembali kekedudukan semula akan melepaskan energi berupa energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Jika panjang gelombang berada dalam daerah sinar tampak maka terlihat nyala yang berwarna tertentu.Dan kebetulan yang terjadi padaku panjang gelombang yang berada dalam daerah nampaknya warna kuning.itulah sebabnya aku berwarna kuning padahal warnaku banyak sekali.

Kamis, 08 Maret 2012

cerpen " hidup adalah pilihan "


            Mentari muncul dari peraduannya. Rumput-rumput menyisakan embun dingin. Burung-burung dengan kicaunya yang riang meramaikan datangnya pagi di desa Wanaharja yang letaknya dipinggir kota. Di sebuah rumah kecil, tinggal  seorang ibu bersama anak perempuannya bernama Aina.
            Aina bersekolah di SMA favorit yang berada di kota, setiap hari Aina harus menempuh perjalanan ke sekolahnya yang jaraknya jauh dari rumahnya dengan menggunakan sepeda kesayangannya . Di sekolah Aina dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia selalu menjadi juara kelas dan sering mengikuti beberapa perlombaan. Ia  juga tak pernah pamrih mengajari teman-temannya yang tidak paham tentang pelajaran. Tak heran jika Aina disukai banyak teman-teman dan guru-guru karena sifatnya yang ramah dan rajin.
            Hari ini adalah hari pengumuman hasil kelulusan. Semua orangtua siswa sedang menantikan amplop yang berisi kertas yang bertuliskan LULUS atau TIDAK LULUS beserta hasil nilai ujian anaknya. Sedangkan semua siswa kelas 3 menunggu dengan hati yang berdebar-debar, tak terkecuali Aina.
Setelah lama menunggu, akhirnya para orangtua keluar dari ruangan dengan membawa amplop itu dan memperlihatkan kepada anaknya. Lalu ada ibu guru yang mengumumkan untuk siswa dengan nilai tertinggi diraih oleh AINA ANGGREANI. Betapa bahagianya  bu Lasmi ketika nama anaknya disebutkan sebagai siswa berprestasi. Hari itu bu Lasmi yang seorang tukang jamu miskin merasa lebih terhormat daripada orangtua lain sekaya apapun mereka.
“makasih ya nak, ibu bangga punya anak seperti kamu” ucap bu lasmi dengan raut wajah yang bahagia.
“itu semua takkan terjadi tanpa doa dari ibu” kata Aina seraya memeluk tubuh ibunya. dengan airmata nya yang sudah terlanjur menetes sampai ke pipi. Bukan airmata kesedihan, melainkan sebuah airmata kebahagiaan. Tak sia-sia ia belajar selama 3 tahun di SMA ini dengan hasil jerih payah kerja ibunya
 
                             V
      
“Aina, kamu jadi mendaftar beasiswa kuliah itu?” tanya bu Lasmi kepada anak satu-satunya itu. Sambil menyiapkan botol-botol kaca untuk tempat jamu jualannya.
“Aina ragu bu, kalau misalnya Aina kuliah nanti ibu di rumah sendirian” jawab Aina. Mata itu menatap sosok ibunya yang  sudah menua. Dia tidak tega harus membiarkan ibunya hidup sendiri. Dari pagi sampai siang ibunya jualan jamu keliling sedangkan sore hari menjahit di rumahnya.
“lho? Kenapa ragu tho Nak, itu kan cita-cita mu, bukannya kamu ingin sekali mendapat beasiswa itu?” nada suara bu lasmi yang sedikit kecewa “ tidak usah mengkhawatirkan ibu , yang penting kamu bisa kuliah yang pinter, jadi orang sukses yang berguna untuk oranglain. Kalau kamu sukses, ibu juga seneng” lanjut bu Lasmi dengan sungguh-sungguh.
Aina mengangguk dan tersenyum “insyaAllah bu”. Tapi dihatinya masih tersimpan gundah.
                                   
                                                                                                       v                             

Akhirnya Aina memutuskan untuk mendaftar. Walaupun berat ia harus meninggalkan ibunya hidup sendiri, jika ia diterima. Namun  ada sebuah keinginan besar untuk meneruskan sekolahnya ke Universitas yang ia mimpikan. Ia selalu berdoa kepada Allah SWT agar selalu dimudahkan jalannya menuju cita-cita dalam hidupnya. 
                                            v   


Langit sore menampakan warna jingga yang kelabu. Matahari kembali sembunyi dibalik awan malam yang mendung. Lalu hujan pun turun dimulai dengan gerimis yang beradu. Yang memaksa sebagian orang untuk tidak beraktivitas di luar rumah.
Di  dalam rumah, Bu Lasmi sedang melakukan pekerjaan sampingannya yaitu menjahit dengan mesin jahitnya yang sudah tua. Itupun jika ada yang menawarkan jasa itu ke rumahnya. Tak jarang Aina membantu bu Lasmi menjahit dan membuat jamu.
“uhuk..uhuk..” bu Lasmi terbatuk-batuk.
“bu, ibu kenapa?” tanya Aina menatap ibunya dengan resah.
“tidak apa-apa Nak” jawab bu Lasmi “uhuk..uhuk” batuk bu Lasmi semakin parah saja.
“itu kan bu.. batuk ibu semakin parah, sebaiknya sekarang kita periksakan saja ya bu” bujuk Aina
“tidak perlu, ini cuma batuk biasa. Cuaca yang sering berganti-ganti itu memang musimnya banyak penyakit. Apalagi flu dan batuk” kata bu Lasmi meyakinkan Aina. Sebenarnya bu Lasmi memang merasakan ada yang tidak beres dengan pernafasannya yang sering sesak dan batuk. Tapi ia selalu menyembunyikannya dari Aina.
“tapi bu..” Aina menggenggam tangan ibunya.
“percaya sama ibu” ujar bu Lasmi berharap Aina dapat mengerti.

                                            v   
           
Aina menghela nafas panjang. Lewat jendela kamar, matanya mengawang pada langit malam yang dihiasi cahaya bintang. Tetapi suasana hati Aina tak seindah dengan apa yang terjadi seperti malam ini.
            “bagaimana mungkin aku meninggalkan ibu yang sedang sakit, tinggal sendirian di rumah ini” resah  Aina dalam hati. Ia keluar dari kamarnya. Dan mendapati ibunya yang masih menjahit.
            “ kok belum istirahat bu? Sudah malam bu, lebih baik diselesaikan besok saja” pinta Aina
            “tidak apa-apa, toh juga ibu sedang membuatkan mukena untukmu. Kalau pesanan untuk orang sudah jadi nduk” kata bu Lasmi diakhiri dengan senyuman.
            “untuk Aina bu?” tanyanya dengan senang hati.
            “ya Nak, ini hadiah untukmu dari ibu” jawab bu Lasmi dengan melanjutkan jahitan mukenanya yang sudah akan jadi.
            “terima kasih ya bu” ucap Aina dengan tersenyum “tapi.. Aina belum pasti diterima toh bu?” la merasakan kembali kegundahan hatinya.
            “optimis Nak, ibu yakin kamu pasti diterima. Besok hari pengumuman beasiswa itu tho?”.
“iya ibu.. bu, Aina sayang ibu”
            “ibu juga sayang Aina”
Aina menghampiri peluk ibunya.
Tapi tetap saja keraguan dan kegundahan masih menyelimuti hatinya. Di dalam hati kecilnya ada perasaan takut apabila ia diterima. Tapi ada perasaan kecewa apabila ia tidak terima.

                                            v   
             
Keesokan harinya. Seperti biasa, setiap pagi sampai siang bu Lasmi berjualan jamu keliling. Meskipun hasilnya tidak seberapa, namun pekerjaan itu tetap ia jalani dengan senang hati. Bu Lasmi biasa jalan kaki menyusuri rumah-rumah .
            “uhuk..uhuk” bu Lasmi menghentikan langkah kakinya. Karena batuk yang ia rasakan sudah semakin parah “uhuk..uhuk” batuknya lagi. Lalu diusapkan telapak tangannya ke mulut untuk menutupi suara batuk itu. Tapi begitu ia buka dan lihat, telapak tangannya sudah bercampur darah. Pandangannya mulai kabur. Kakinya kaku untuk dipaksa berjalan. Kepalanya semakin berat untuk merasakan apapun. Tubuh bu Lasmi  jatuh ke kerikil jalanan yang menurun. Malangnya, di pinggir jalan itu ada sebuah batu besar, dan kepala bu lasmi membentur batu itu.
                                            v   
           
Di tangan Aina sudah memegang sebuah amplop berisi surat pengumuman beasiswa Universitas itu.
“Apapun isi yang ada di dalam amplop ini aku harus terima. Karena itu memang sudah jalan yang Allah berikan kepadaku” bisik Aina dalam hati.
Dengan penasaran dan hati yang penuh harap. Aina membuka amplop itu dengan hati-hati. Pandangan matanya tertuju pada sebuah tulisan “DITERIMA”. Airmatanya menetes. Tak tahu apakah ia harus sedih atau senang. Tapi yang pasti ia harus segera pulang ke rumah dan memperlihatkan surat  itu kepada ibunya.
“ ibu pasti sangat bahagia mendengar kabar ini” Aina tersenyum dalam hati.

                                            v   

Begitu ia sudah sampai rumah, betapa terkejutnya ketika ia melihat banyak orang berada di rumahnya.
“ada apa ini, pak bu?” tanya Aina kepada para tetangganya itu dengan wajah yang tak mengerti. Lalu didapatinya tubuh ibunya tergeletak tak sadarkan diri.
“Aina, ibu kamu jatuh pingsan di jalan dan kepalanya terbentur batu” tutur bu Rina seorang Dokter di puskesmas desa tempat tinggal Aina.
“dan ibumu tidak bisa diselamatkan” lanjut bu Rina dengan mata yang berkaca-kaca.
Aina tersontak kaget mendengar apa yang baru saja diucapkan bu Rina. Ia langsung memeluk tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa lagi. Airmata kesedihan yang kini menetes dari mata Aina. Dia kehilangan sosok panutan dalam hidupnya yaitu bu Lasmi.

                                            v